Archive for 'Uncategorized'

Gashuku & Ujian DAN di Sidoarjo

Kapolres Sidoarjo, AKBP Iqbal dan Danyon Arhanudse Letkol Arh Putut Witjaksono Hadi, S.IP, mendapat sabuk hitam kehormatan (DAN) II dari Institut Karate-do Nasional (Inkanas) Jatim. Pemberian sabuk kehormatan itu dilaksanakan di acara latihan bersama Gashuku ke III di lapangan Arhanudse Gedangan Sidoarjo, Jumat (30/8). Dihadapan 244 peserta, keduanya berjanji untuk terus mengembangkan dan membina Karate. Menurut Iqbal, sabuk hitam kehormatan yang diberikan oleh Inkanas adalah sebuah tanggung jawab, sebab setelah menerima sabuk itu ia harus memegang komitmen untuk mengembangkan olahraga beladiri asal Jepang itu.
“Ini adalah sebuah tanggung jawab dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pembinaan,” kata Iqbal yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Inkanas Jatim itu. Ia melihat, selama ini potensi karateka Inkanas Jatim di level nasional sudah sangat bagus, beberapa atlet sudah berhasil meraih juara nasional maupun internasional, salah satunya adalah Umar Syarif. Namun ia berharap ada atlet junior yang mampu meraih prestasi seperti para seniornya. “Prestasi Inkanas Jatim sudah bagus, tapi saat ini kita butuh atlet junior potensial untuk menggantikan para atlet yang sudah senior,” katanya.
Senada dengan Iqbal, Putut Witjaksono Hadi juga akan berusaha mengembangkan dan membina anak buahnya yang kini menggeluti olahraga karate. “Kalau sudah menerima sabuk ini (DAN) kita juga harus berlatih dan melakukan pembinaan,” katanya.
Kesatuan Arhanudse sebenarnya memiliki karateka potensial, yakni Prada Mustaram yang biasanya turun di kelas 75. Salah satu prestasi terbaiknya adalah menembus lima besar di Piala KASAD 2010 lalu. “Kalau bisa ada lebih banyak lagi prajurit kita yang bisa mengukir prestasi di olahraga karate dan kita memiliki 400 Karateka ,” katanya.
Pada Gashuku di Lapangan Arhanudse diikuti oleh 244 peserta dan 52 diantaranya adalah anggota Arhanudse.

Dea Tampil di Nganjuk & Sidoarjo

Pengcab Institut Karate-Do Nasional ( Inkanas ) Bojonegoro akhirnya bisa memastikan menurunkan Dea Marta di dua even yang waktunya hampir bersamaan. Karateka cewek itu bakal mengikuti pekan olahraga pelajar daerah ( Popda ) di Nganjuk, 28 Juli mendatang dan ujian kenaikan tingkat ( Gashuku ) di Sidarjo 30 Juli hingga 1 Agustus nanti.

“ Kita pastikan keikutsertaan Dea di dua ajang tersebut, karena jadwal kedua even tersebut tidak bersamaan. “ kata pelatih tim karate Inkanas Bojonegoro Totok Suyanto kepada Radar Bojonegoro.

Menurut dia, setelah menjalani pertandingan di popda yang dihelat 29-30 Juli nanti, Dea lalu menuju ke Sidoarjo. “ Lega ,karena dia salah satu karateka yang menjadi andalan Bojonegoro pada popda mendatang. Untuk memperoleh hasil maksimal dalam popda seluruh karateka yang dikirim melakukan TC lima kali seminggu. “ jelas Totok.

Di popda, Inkanas Bojonegoro memberangkatkan empat karateka. Selain Dea yang turun di komite minimal 53 kg ada nama Ayu di komite minimal 48 kg tingkat SMA. Sementara di sektor putra, Bojonegoro mengirimkan Ujang Suherlana di komite minimal 55 KG DAN Danu Iswahyudi di komite minimal 61 kg.

Inkanas menargetkan minimal menyabet medali perunggu di popda nanti. (di kutip dari Radar Bojonegoro )

Inkanas Hadapi Dua Pilihan

Pengcab Institut Karate-Do Nasional ( INKANAS ) Bojonegoro menghadapi dua pilihan. Dea Marta, salah satu atlet binaan Inkanas, harus memilih salah satu di antara dua kegiatan yang digelar hampir bersamaan.

Pelajar tingkat SMA ini dijadwalkan mewakili Bojonegoro mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Nganjuk, 28 Juli hingga 2 Agustus nanti. Selain itu, Dea Marta juga menjadi wakil Inkanas setempat untuk mengikuti Gasukhu (ujian kenaikan tingkat) di Sidoarjo. ”Untuk jadwal Gasukhu pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2010, sehingga jadwalnya bersamaan,” ujar pelatih Inkanas Totok kepada Radar Bojonegoro.

Menurut dia, tampil di popda maupun mengikuti Gasukhu sama pentingnya. Dea Marta menjadi andalan Bojonegoro untuk meraih medali di popda. Sedangkan Gasukhu yang berlangsung di gedung Arhanudse Sidoarjo merupakan agenda dua tahun dari Pengurus Besar (PB) Inkanas di Jakarta. Kegiatan ini diikuti semua perwakilan Inkanas di Indonesia. Total peserta ada sekitar 500 atlet. ”Kalau gagal mengikuti kegiatan di Sidoarjo maka harapan Dea untuk naik sabuk bakal pupus,” tutur Totok.

Dia menjelaskan, ada lima atlet Bojonegoro yang diagendakan mengikuti ujian DAN itu. Untuk ujian sabuk cokelat menuju DAN 1 diikuti Rudi Condro, Agil, dan Reza. Sedangkan ujian sabuk hitam dari DAN 1 ke 2 diikuti Mahardika dan Dea Marta.

Sabtu (9/7) lalu, enam atlet Inkanas mendapat penghargaan dari bupati Bojonegoro di Pendapa Malowopati pemkab setempat. Mereka adalah peraih medali di kejuaraan karate antarpelajar se-Jatim di Jombang, Mei lalu. Keenam atlet itu, Satriya Kurnia Yanotama (SDN 1 Kadipaten), Muhammad Iqbal Setiawan (SDN 1 Dander), Alifia Nur Rachma (MIN Kepatihan), Shohibul Mubarokah (MAN 1 Bojonegoro), Lisma Dany Syafruddin (SDN II Kadipaten), dan Aulia Risma Elvari (SDN 1 Kauman).

Tingkatan DAN Dewan Guru terbaru

Dengan berakhirnya Ujian DAN pada Januari 2010 lalu, banyak sekali para Karate-ka yang mulai menyandang tingkatan barunya. Namun selain itu, para Dewan Guru pun juga turut naik tingkat. Selamat….

Berikut merupakan tingkatan barunya :

I DEWAN PENASEHAT – DEWAN GURU

1 Widjojo Soejono DAN VIII
2 Karyanto DAN VIII
3 Ronald Patinasarani DAN VIII

II. DEWAN GURU

NO NAMA MENJADI
1 Tono Soeoed DAN VIII
2 Djafar Djantang DAN VII
3 Bagoes Ellan DAN VII
4 Arjuna Muluk DAN VII
5 Johanes Souisa DAN VII
6 Apris Hamid DAN VII
7 Ruslan Wahab DAN VII
8 Nur Soleh DAN VII
9 Albert Waneri DAN VII
10 Rene E.Soepardi DAN VII
11 Ellong Tjandra DAN VII
12 Herman Muchtar DAN VII
13 Yoyo Supratman DAN VII
14 Sunu Purbo Andaru DAN VI
15 Hakim Mulyono DAN VI
16 Iwan Mucipto DAN VI
17 Jaya Murni DAN VI
18 Syamsu B. Mattalioe DAN VI
19 Surya Fajar DAN VI
20 Rustam Umbas DAN VI
21 Namik Suryadi DAN VI
22 Bert Makalew DAN VI
23 H.Hadismar M.Nur DAN VI
24 Saleh Malawat DAN VI
25 Hardi DAN VI
26 I Gusti Putu Anindya Putra DAN VI
27 Titik Verdi DAN VI
28 Asep Suparman DAN VI
29 Rosmawi DAN V
30 Ridwan Ismaun DAN V
31 Jony Bachtiar DAN V

Perguruan INKANAS didirikan oleh pentolan pendiri LEMKARI

INKANAS didirikan oleh para pentolan pendiri Lemkari yang sudah menyatakan keluar dari Lemkari, setelah mendapat Izin tertulis dari Ketua Umum PB. Lemkari Drs. Taufik Efendi yaitu Jenderal (Purn) Wijoyo Suyono, Drs. Kariyanto, Irjen Pol (Purn) DR. Hadiman, Vence Rumangkang, Irjen Pol Drs. Darwan Siregar, Rahimi Sutan dan beberapa senior ex-Lemkari : Herman Muchtar, Drs Djafar Djantang, Msi, Drs. Arjuna Muluk, Ellong Tjandra, SE, MM , Johanes Souisa, Tono Soe’oed, SH, Noor Soleh, Baginda Sitorus, Ir. Apris Hamid, Dasril Muchtar, Ir. Bagoes Ellan, Dr. Ir. Jaya Murni, Hakim Mulyono, BCAP, Rene Soepardi dan tokoh senior seluruh Indonesia bersama PB. MKC-IND yaitu Ir Simpei Garang M.Eng, Ruslan Wahab, Deofavan, SH, Yasirli dll, melalui kongres MKC-IND yang berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2005 di Graha Kadin Kota Bandung, yang berjalan sangat mulus dan lancar, dihadiri oleh 26 Pengda seluruh Indonesia yang merupakan tokoh ex Lemkari di Daerah, dan 6 (enam) Pengda tidak hadir tapi menyatakan dukungannya secara tertulis , selesai Kongres mereka diberi mandat untuk mendirikan Inkanas didaerah dan mensosialisasikan dalam arti luas kepada seluruh masyarakat

Kongres dipimpin oleh Herman Muchtar, dan menghasilkan beberapa keputusan Penting diantaranya, penetapan Logo perguruan yang baru, menetapkan Dewan Guru, terdiri dari Ketua Ir. Simpei Garang M.Eng, Ketua Pelaksana Harian Elong Tjandra SE, , Wakil Ketua Pelaksana Harian Ruslan Wahab dan Ir Bagus Ellan, Sekretaris Drs. Djafar E Jantang,Msi , Kongres juga menetapkan Team Formatur terdiri dari Ketua Herman Muchtar, Sekretaris Deofavan, SH, Anggota Ruslan Wahab, Tono Soe’oed SH, Drs. Djafar Djantang, Team Formatur diberi waktu 1 (satu) bulan untuk menyusun pengurus Lengkap PB. INKANAS 2005-2008, apabila dalam masa belum terbentuk Kepengurusan PB. INKANAS, maka Formatur bertanggungjawab melaksanakan kegiatan Harian.

Dengan berdirinya Inkanas secara otomatis menjadi anggota PB. FORKI, karena mekanisme pembentukan Inkanas dilaksanakan sesuai ketentuan AD/ART Forki Bab V pasal 9 dan disaksikan oleh Ketua Umum PB. Forki Jenderal (Purn) Luhut B Pandjaitan, begitu juga dengan pelaksanaan kegiatan dilapangan bagi atlit, pelatih, wasit sudah dapat membawa nama INKANAS diarena/event Daerah dan Nasional karena sudah mendapat Izin Pindah Perguruan secara kolektif dari Ketua Umum PB. Lemkari Bapak Drs. Taufik Efendi melalui surat Rekomendasi Nomor : 05/PB-LEM/KETUM/VIII/2005.

Bandung, 29 Agustus 2005
PENGURUS BESAR
INSITUT KARATE-DO NASIONAL ( INKANAS)
KETUA TEAM FORMATUR

HERMAN MUCHTAR

PIALA DIKNAS 2010

Tema Kejuaraan “Juara Tidak Datang Tiba-Tiba” dalam pertandingan karate Piala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang agaknya mampu menjadi magnet bagi peserta. Hal ini dapat terlihat dari tingginya animo karateka untuk mengikuti event kali ini. Sebanyak 783 peserta dari 12 Kabupaten Kota mengikuti kejuaraan yang mempertandingkan kelas Kata dan Kumite tingkat SD, SMP dan SMA.

Kejuaraan Karate Piala Dinas Pendidikan VI Kabupaten Jombang tahun 2010 dibuka oleh Wakil Bupati Jombang Drs. H. Widjono Suparno Msi. Kegiatan yang diawali pada 13 Mei 2010 di GOR Merdeka Jombang ini hasil kerjabareng Dinas Pendidikan, FORKI, dan Disporabudpar. Kepada para peserta, Wakil Bupati Jombang Drs. H. Widjono Suparno Msi yang juga ketua FORKI meminta untuk mengedepankan sportifitas dalam bertanding.

Pertandingan Karate

Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu :
1. Kumite (perkelahian) putera dan puteri
2. Kata (jurus) putera dan puteri

Kumite

Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.

Kata

Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan kata pilihan atau kata wajib dalam peraturan pertandingan.

Para peserta harus memperagakan kata wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dimana dia dapat memperagakan kata pilhan.

Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan kata, para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari Kata (bunkai). Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.

Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:

Shotokan : Kankudai dan Jion.

Wado-ryu : Seishan dan Chinto.

Goju-ryu : Saifa dan Seipai.

Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.
Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar diatas.

Luas Lapangan
Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi.
Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.

Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas jogai dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.

Peralatan Di Dalam Pertandingan Karate

Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan Karate
1. Pakaian Karate (karategi) untuk kontestan
2. Hand Protector (pelindung tangan)
3. Shin Guard (pelindung kaki)
4. Obi (ikat pinggang) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao
Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:
1. Gum Shield (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
2. Body Protector untuk kontestan putri
3. Groin Protector untuk kontestan putera
5. Pluit untuk arbitrator/alat tulis
6. Seragam wasit/juri
Baju putih
Celana abu-abu
Dasi merah
Sepatu karet hitam tanpa sol
7. Scoring board
8. Administrasi pertandingan
9. Lampu merah, hijau, kuning sebagai tanda waktu pertandingan dengan pencatat waktu (stop watch).

Sumpah Karate, Janji Atlit & Janji Wasit

SUMPAH KARATE :


1. Sanggup memelihara kepribadian
2. Sanggup patuh pada kejujuran
3. Sanggup mempertinggi presati
4. Sanggup menjaga sopan santun
5. Sanggup menguasai diri

Kami atlet FORKI berjanji :

1. Akan bertanding dengan sportivitas yang tinggi dan berjiwa Karate-Do dengan menjunjung sumpah             Karate
2. Akan mematuhi segala peraturan yang telah dan akan ditetapkan oleh Dewan Wasit
3. Akan menerima semua keputusan Dewan Wasit dengan kebesaran jiwa seorang Karate-Ka

Kami Wasit dan Juri FORKI berjanji :

1. Akan memimpin pertandingan ini dengan penuh rasa tanggung jawab dengan menjunjung tinggi Sumpah     Karate
2. Akan memimpin pertandingan ini dengan adil dan tidak akan memihak kepada siapapun demi                       peningkatan prestasi Karate.

BELUM RAIH MEDALI EMAS

INKANAS BOJONEGORO belum berhasil meraih medali emas pada kejuaraan antar pelajar di GOR Merdeka Jombang. “Kami berhasil meraih 4 perak dan 3 perunggu” kata Agus Purnomo, pelatih Inkanas Bojonegoro dia menjelaskan 2 perak disumbangkan Satria Yanu Utama di kategori Kumite ( pertarungan bebas) perorangan putra tingkat SD dikelas 45+ Kg dan M Iqbal Fathoni dikelas -35 Kg juga Devi Eriana di Kumite perorangan putri tingkat SD 45+ Kg dan Kujang S di nomor Kata (keindahan gerak) Ekshibisi putra.

Sementara medali perunggu dihasilkan Lismadani pada Kata perorangan putra SD 45+ Kg, Bagus Sofi NA pada Kata perorangan SD-35 KG dan De Marta pada Kata perorangan putri SMP.

“Target kita sebenarnya adalah pada Porpov dan O2SN nanti” kata Agus. dia menuturkan hasil kemarin cukup membanggakan. (dikutip dari Radar Bojonegoro)