Inkanas Hadapi Dua Pilihan

Pengcab Institut Karate-Do Nasional ( INKANAS ) Bojonegoro menghadapi dua pilihan. Dea Marta, salah satu atlet binaan Inkanas, harus memilih salah satu di antara dua kegiatan yang digelar hampir bersamaan.

Pelajar tingkat SMA ini dijadwalkan mewakili Bojonegoro mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Nganjuk, 28 Juli hingga 2 Agustus nanti. Selain itu, Dea Marta juga menjadi wakil Inkanas setempat untuk mengikuti Gasukhu (ujian kenaikan tingkat) di Sidoarjo. ”Untuk jadwal Gasukhu pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2010, sehingga jadwalnya bersamaan,” ujar pelatih Inkanas Totok kepada Radar Bojonegoro.

Menurut dia, tampil di popda maupun mengikuti Gasukhu sama pentingnya. Dea Marta menjadi andalan Bojonegoro untuk meraih medali di popda. Sedangkan Gasukhu yang berlangsung di gedung Arhanudse Sidoarjo merupakan agenda dua tahun dari Pengurus Besar (PB) Inkanas di Jakarta. Kegiatan ini diikuti semua perwakilan Inkanas di Indonesia. Total peserta ada sekitar 500 atlet. ”Kalau gagal mengikuti kegiatan di Sidoarjo maka harapan Dea untuk naik sabuk bakal pupus,” tutur Totok.

Dia menjelaskan, ada lima atlet Bojonegoro yang diagendakan mengikuti ujian DAN itu. Untuk ujian sabuk cokelat menuju DAN 1 diikuti Rudi Condro, Agil, dan Reza. Sedangkan ujian sabuk hitam dari DAN 1 ke 2 diikuti Mahardika dan Dea Marta.

Sabtu (9/7) lalu, enam atlet Inkanas mendapat penghargaan dari bupati Bojonegoro di Pendapa Malowopati pemkab setempat. Mereka adalah peraih medali di kejuaraan karate antarpelajar se-Jatim di Jombang, Mei lalu. Keenam atlet itu, Satriya Kurnia Yanotama (SDN 1 Kadipaten), Muhammad Iqbal Setiawan (SDN 1 Dander), Alifia Nur Rachma (MIN Kepatihan), Shohibul Mubarokah (MAN 1 Bojonegoro), Lisma Dany Syafruddin (SDN II Kadipaten), dan Aulia Risma Elvari (SDN 1 Kauman).

Leave a Comment